Ingin mendapatkan True Tone lagu Hits JAMRUD - Best of the Best : ketik REG JAMRUD kirim sms ke 9877.
SELAMAT DATANG DI SITUS JAMRUD FANS CLUB PANTURA ....!
Tampilkan postingan dengan label Biografi Of JAMRUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Of JAMRUD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Mei 2010

Biografi Sejarah Perjalanan Karier JAMRUD

Perjalanan karier JAMRUD dari waktu masih bernama JAMROCK hingga JAMRUD formasi baru sekarang !

Latar belakang

Sebelum menjadi Jamrud, formasi awal Jamrock terdiri dari 'Azis' Mangasi Siagian (gitar), 'Ricky' Teddy (bass), Agus (drum) dan Oppi (vokal). Grup ini beberapa kali mengalami pergantian personil, Budhy Haryono, mantan pemain drum GIGI juga pernah bergabung dengan Jamrock. Formasi Jamrock akhirnya terbentuk menjadi yang populer dikenal oleh penggemarnya tahun 90-an yaitu Azis (gitar), Ricky (bass), 'Anto' Krisyanto (vokal), 'Fitrah' Alamsyah (gitar) dan 'Sandy' Handoko (drum).

Proses menjadi Jamrud

Jamrock memjadi grup musik yang mengusung musik cadas yang disegani di seputar daerah Bandung. Saat itu mereka kebanyakan menampilkan lagu-lagu dari grup-grup musik cadas lain yang telah mempunyai nama. Pamor mereka semakin meningkat saat Krisyanto dan Sandy Handoko (drum) bergabung dengan Jamrock. Krisyanto sendiri pernah meraih predikat sebagai Vokalis Rock Terbaik versi festival rock se-Bandung.

Puas mengusung lagu-lagu milik orang lain, tahun 1995, Azis, Ricky, Krisyanto dan Sandy mulai menulis materi lagu mereka sendiri dan merekam demo mereka. Mereka menawarkan demo tersebut ke label rekaman Log Zhelebour (biasa disebut 'Log') yang memberi sambutan hangat. Jamrock kemudian mendapat kontrak untuk rekaman dan bergabung dengan label rekaman milik Log, yaitu Logiss Records. Dengan masuknya mereka ke dalam label rekaman milik Log, nama Jamrock diubah menjadi Jamrud.

Kesuksesan

Jamrud menjadi matang secara musik dan penampilan di bawah asuhan label rekaman milik Log Zhelebour tersebut. Penjualan album perdana Jamrud, Nekad (1996) meraih angka penjualan sebanyak lebih dari 100 ribu keping dalam waktu singkat. Kesuksesan mereka dilanjutkan dengan album kedua mereka, Putri (1997), yang angka penjualannya mencapai 200 ribu keping. Keuntungan besar dari hasil penjualan album-album Jamrud terus berlanjut hingga mereka merilis Terima Kasih (1999). Album tersebut sangat populer di kalangan generasi muda Indonesia saat itu, terutama lewat lagu "Berakit-rakit" dan "Terima Kasih", sehingga terjual hingga menyentuh angka 750 ribu keping, prestasi yang sangat luar biasa untuk penjualan album musik cadas di Indonesia saat itu.

Puncak kesuksesan komersial Jamrud adalah album Ningrat (2000) yang mencatat angka penjualan sebanyak satu juta keping di Indonesia dengan populernya singel "Surti-Tejo" dan "Pelangi di Matamu" di Indonesia.

New Performance 2009

Paska keluarnya Krisyanto (5 November lalu), Jamrud langsung bergerak merekrut personel baru. Tiga personel baru ditambah kedalam band mereka. Mereka adalah Jaja Donald Amdonal (vokal) yang menggantikan Krisyanto, Mochamad 'Irwan' (Gitar 2) dan 'Danny' Rachman (drum) yang menggantikan Suherman. Dengan formasi ini Jamrud merilis album terbaru bertajuk New Performance 2009 yang dirilis di CiToS Jakarta tanggal 16 Maret 2009. Jamrud berencana akan merilis sebuah album kompilasi sebelum melakukan Tour pada akhir tahun 2009.


Diskografi


* Nekad (1996)
* Putri (1997)

* Terima Kasih (1998)

* Ningrat (2000)

* Sydney 090102 (2002)

* BO 18+ (2004)

* All Access In Love (2006)

* New Performance 2009 (2009)

* Best of The Best JAMRUD (2010)


Kompilasi


* The Best Collection of Jamrud (1999)
* All The Best Slow Hits - Jamrud (2003)


Formasi dan personil

* Aziz Mangasi Siagian (gitar, 1989 - sekarang)
* Ricky Teddy (bass, 1989 - sekarang)
* Jaja Amdonal (vokal, 2008 - sekarang)
* Danny Rachman (drum, 2008 - sekarang)
* Mochamad Irwan (gitar, 2008 - sekarang)


Mantan personil

* Agus (drum, Jamrock, 1989)
* Oppi (vokal, Jamrock, 1989 - 1995)
* Budhy Haryono (drum, Jamrock, 1989)

* Krisyanto (vokal, 1995 - 2007)
* Sandy Handoko (drum, 1989 - 1999, meninggal)
* Fitrah Alamsyah (gitar, 1989 - 1999, meninggal)
* Suherman Husin (drum, 1999 - 2008)

Selasa, 21 April 2009

Biografi Of JAMRUD

Mimpi Log Zhelebour selaku manajer dan produser,menjadikan JAMRUD sebagai satu band legendaris di Indonesia. Satu hal yang bukan mustahil rasanya. Tak cuma itu ,oleh Log juga, JAMRUD dimanjakan dengan sound system baru yang dahsyat senilai 14 milyar.

Dulu nama band ini adalah Jam (Th.1989). pemain drum Budi Haryono (sudah keluar) merupakan salah satu pendirinya. setelah itu diubah menjadi Jam Rock, sebelum pada tahun 1995 disempurnakan menjadi Jamrud. Penggantian nama tersebut dimaksudkan menghindari kemungkinan-kemungkinan yang kelak bisa merepoykan mereka karena dulunya Jam Rock ditangani oleh orang lain. Sebagai cikal bakal JAMRUD , Jam Rock telah banyak makan asam garam dunia panggung, bahkan waktu pertama main , cuma dibayar 25 ribuyang sekedar untuk uang bensin.
Dari perjalanan panjang itu, pergantian personil pun kerap terjadi. Mereka sebenarnya sudah main band sejak 1984 namun banyak vakumnya. Juga karena perubahan selera musik tiap personil yang menjadikan mereka kurang populer. Benturan ini memaksa para personilnya mengambil jalan sendiri-sendiri.

Formasi awal lengkap JAMRUD adalah: Azis M.Siagian (Azis-Gitar), Ricky Teddy (Ricky-Bass), Sandy Handoko (Sandi-Drum), Fitrah Alamsyah (Fitrah-Gitar) dan Krisyanto (Anto-Vocal). JAMRUD sebenarnya sudah kerap membuat demo kaset dan menawarkannya kepada beberapa produser. Namun,hasilnya nihil , kecuali kontribusinya album kompilasi 1991. Ppara produser umumnya menolak dengan alasan yang sama. Lagu-lagu mereka terlalu keras,cadas,terkesan underground dan sulit untuk dijual untuk konsumen lokal. Dansetelah bertemu Log Zhelebour (produser musil rock terbesar di tanah air), JAMRUD dikontrak untuk album serta promo tur. Untuk kontrak rekaman, mereka menggunakan sistem royalti. JAMRUD akan menerima bagian keuntungan setelah penjualan melewati break event point (50 ribu keping), selain itu JAMRUD juga dapat bayaran untuk master album. Dan ternyata, pilihan Log sangat tepat. Penjualan album perdana JAMRUD , Nekad (`95) langsung ludes sebanyak lebih dari 100 ribu keping. Untuk ukuran sebuah grup rock, angka tersebut sangat menggembirakan. Bahkan di album kedua, Putri (`97), angka penjualannya melesat hingga 200 ribu keping.

Panen keuntungan dari hasil penjualan album-album JAMRUD terus berlanjut hingga mereka merilis album Terima Kasih (`98). Karya mereka kali ini mampu terjual hingga menyentuh angka 750 ribu. Dan sekaligus menyabet penghargaan 5 Platinum Best Selling Album. Puncaknya,tentu saja di album Ningrat (2000) yang bahkan bisa mencatat angka penjualan sedikit lebil besar.


Mereka muncul dengan warna musik yang cukup fresh buat telinga pecinta musik khususnya Indonesia. Mereka menggabungkan musik rap dan trash ke dalam satu kemasan dengan balutan musik cadas rock underground khas mereka. Ini termasuk langkah berani, pasalnya dimata produser, musik seperti itu cukup riskan sebagai barang dagangan. Namun bukti berkata lain, musik mereka ternyata cukup mengena dan bisa diterima banyak kalangan. Ini bisa dilihat dari animo publik yang antusias dengan kemunculan mereka. Meski mereka menamakan diri sebagai grup cadas, JAMRUD nggak melulu menyuguhkan lagu-lagu keras. Buat kalangan yang doyan musik rock cadas, karya grup asal Cimahi-Bandung ini perlu disimak, selain musiknya asyik, lirik lagunya juga cukup komunikatif.

Keutuhan band ini tidak berlangsung lama, Sandy (Drum) telah dikeluarkan dari keanggotaan JAMRUD karena terbukti "Drug". Mereka telah konsisten, jika salah seorang menggunakan **** maka harus keluar dari JAMRUD.

Belum lama ditinggal Sandy, JAMRUD harus kehilangan satu lagi personelnya (untuk selamanya), Fitrah Alamsyah (Gitar) pada tanggal 13 Agustus 1999 meningal dunia karena sakit komplikasi.

Kini, JAMRUD termasuk salah satu band basar di Indonesia. Di genre yang dianutnya, JAMRUD nyaris tanpa saingan. Konser-konsernya nyaris selalu puluhan ribu penonton. Setiap mrilis album selalu dibarengi dengan tur di puluhan kota.


Personil lengkap selanjutnya adalah: Azis M.S. (Gitar),Ricky Teddy (Bass),Krisyanto (Vocal) dan Herman (Drum). Namun pada tanggal 5 November 2008, Krisyanto sebagai vocal mengundurkan diri dan disusul aleh drumernya Herman. Namun akhirnya JAMRUD sudah mencari pengganti sang vokal, yakni Donal (Jaja Amronal) Ex vokalis Black Angel dari Jambi dan sang drumernya sebagai penggantinya Dani (Dani Rahman) Ex Drumer Mujizat Band dari bandung. Tak cuma itu saja JAMRUD juga menambah satu personil baru lagi sebagai gitaris mendampingi Azis M.S. yang bernama Irwan (Mohammad Irwan).


NEW PERFORMANCE JAMRUD 2009:
Donal (Vocal)
Azis M.S. (Lead Guitar)
Irwan (Guitar)
Ricky Teddy (Bass)
Dani (Drum)

(dok.log zhelebour)

Senin, 20 April 2009

Kilau-kemilau Kiprah Group Band JAMRUD



JAMRUD adalah satu dari sedikit band yang berkilau pada 2001. Seiring dengan meluncurnya album kelima Sydney 090102 sejumlah kegiatan manggung dilakoni oleh keempat personel Jamrud yaitu Kri
syanto (vokal), Azis MS (gitar), Teddy (bas) dan Herman (drum). Pentas Impressario New Image di RCTI, Senin (22/4) pukul 21.00 WIB hanya salah satu di antaranya.

Peraih penghargaan AMI-Sharp sebagai grup musik rock terbaik, p
enyanyi lagu terbaik, lagu rock terbaik dan album rock terbaik 2001, ini semakin memantapkan posisi saja. Azis MS dan kawan-kawan agaknya sangat ingin mengulang kesuksesan album keempat Ningrat yang menembus angka penjualan 2 juta keping. Album itu mencetak hit Surti dan Tejo, Pelangi Di Matamu dan Ningrat.

Album kelimanya digarap serius di studio 301 Sydney, Australia. Dan sudah menembus angka ratusan ribu keping sejak diluncurkan sebulan kemudian. Log Zhelebour, sang produser menyiapkan dana sekitar Rp 2,5 miliar untuk produksi dan promosi album ini.

Sebelum kilau itu berpendar ada kisah panjang perjalanan grup ini yang terbilang melelahkan. Jamrock, yang menjadi cikal bakal band Jamrud didirikan Azis pada 1980-an bersama Ricky Teddy dan rekannya drumer Budi Haryono, yang kini menjadi penabuh drum Gigi Band.

Kala itu, mereka terhitung sebagai pelajar SMA di Cimahi-Bandung
yang terbiasa memainkan lagu-lagu milik Rush dan Halloween. Dalam kurun waktu hampir 20 tahun, seperti band lainnya, pergantian personel dialami Jamrud. Ada sejumlah personel yang hengkang. Bahkan dua di antaranya yaitu Fitrah dan Sandy tewas akibat ketergantungan obat. Agaknya mereka menderita "star syndrome".

Lembaran hitam itu tidak membuat Azis, yang menjadi leader dan
kawan-kawan yang lain berpangku tangan. Gebrakan album Terimakasih (1999) yang menembus angka 1 juta keping menjadi momentum Jamrud untuk berpendar lagi lebih berkilau.

Jamrud bisa membuktikan penampilan mereka yang terkesan sangar dengan rambut gondrong dan wajah keras, tidak menghalangi untuk merangkul penikmat musik lebih luas. Musik rock di tangan Jamrud menjadi renyah dan nendang di gendang telinga anak perempuan, bahkan ibu-ibu. Itu mungkin lantaran bahasa komunikatif syair lagu yang ditulis Azis. Atau mungkin gaya khas vokal Krisyanto?, yang jelas Jamrud memang OK ....... !


http://www.pekalonganmendadakjamrud.blogspot.com


Biarkan Cinta Tumbuh Dihatimu Bersama JAMRUD !
Sitemap JAMRUD Fans Club Pantura